semua tentang adalah

Rabu, 23 Agustus 2017

Secara bahasa, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia zahir adalah "lahir". Sedangkan secara istilah zahir adalah sesuatu yang dapat dilihat, didengar, diraba, atau dirasa. Artinya zahir dapat diketahui secara lahiriah baik dengan melihat, mendengar, meraba, atau merasakan.
Ditulis oleh Muhammad Hidayat pada 07.25 dalam , ,    Belum ada komentar »

Minggu, 20 Agustus 2017

Secara umum dapat diartikan bahwa mukus adalah lendir, sedangkan secara biologi mukus adalah cairan lengket dan kental yang diproduksi oleh sel-sel mukosa. Mukus memiliki peran yang penting di dalam tubuh, diantaranya adalah sebagai pelumas dan pelindung yang dapat menangkap partikel-partikel kecil yang berbahaya bagi tubuh.
Ditulis oleh Muhammad Hidayat pada 21.06 dalam , ,    Belum ada komentar »
Ingus adalah mukus hidung cair yang berada di dalam rongga hidung. Meskipun dianggap sebagai kotoran tetapi ingus memiliki peran yang penting dalam melindungi hidung. Karena ingus mampu menangkap partikel-partikel kecil berupa debu atau bakteri dan kemudian melarutkannya. Ingus yang terlalu dekat dengan lubang hidung akan mengering karena kehilangan kelembabannya, ingus yang mengering ini kemudian dikenal dengan nama upil.
Ditulis oleh Muhammad Hidayat pada 05.40 dalam , ,    Belum ada komentar »
Secara etimologi upil adalah mukus hidung kering, sedangkan secara terminologi upil adalah ingus yang mengering. Ingus yang berada terlalu dekat dengan lubang hidung kehilangan kelembabannya dan berubah menjadi upil.
Ditulis oleh Muhammad Hidayat pada 05.29 dalam , ,    Belum ada komentar »

Jumat, 18 Agustus 2017

Secara etimologi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, entot adalah bersetubuh atau bersenggama. Sedangkan secara terminologi entot adalah melakukan hubungan seks (bersetubuh atau bersenggama) dengan lawan jenis. Meskipun terdengar vulgar, entot adalah bahasa Indonesia yang baku karena kosakatanya terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Ditulis oleh Muhammad Hidayat pada 21.34 dalam , ,    Belum ada komentar »
Sarutobi Biwako (猿飛ビワコ) atau Biwako Sarutobi adalah ninja wanita dari klan Sarutobi dalam kisah fiktif naruto. Bersama dengan anggota klan Sarutobi lainnya, Biwako menetap di Desa Konoha beberapa saat setelah Desa tersebut didirikan. Ia bahkan bertemu dengan dua pendiri desa konoha Hashirama Senju dan Madara Uchiha saat ia masih kanak-kanak.

Biwako Sarutobi adalah istri dari Hiruzen Sarutobi yang kemudian menjadi hokage ketiga menggantikan Tobirama Senju (Hokage Kedua). Sama seperti sang suami, Biwako merupakan orang yang bijaksana dan cerdas, serta selalu memberikan nasihat agar seseorang menjadi lebih kuat dan tegar. Biwako memiliki postur yang tidak terlalu tinggi dengan rambut berwarna coklat muda.


Dari perkawinannya dengan Hiruzen, Biwako memiliki seorang putra bernama Asuma Sarutobi dan seorang anak lainnya yang kemudian memberikannya seorang cucu bernama Konohamaru Sarutobi. Biwako diceritakan tewas saat Obito Uchiha berusaha menculik Kushina Uzumaki dan mengeluarkan kyyubi. Nama Biwako dipercaya berasal dari "loquat" sebuah tanaman dengan buah berwarna kuning yang dikenal sebagai "biwa" di Jepang.
Ditulis oleh Muhammad Hidayat pada 00.09 dalam , ,    Belum ada komentar »

Senin, 14 Agustus 2017

Pada tahun 80an jaman adalah katu baku yang biasa digunakan dalam penggunaan sehari-hari maupun formal. Tetapi sejak ditetapkan ejaan yang disempurnakan (EYD) kata "jaman" bukanlah merupakan kata baku karena digantikan oleh kata "zaman". Zaman atau jaman adalah jangka waktu yang panjang atau pendek yang menandai sesuatu atau masa
Ditulis oleh Muhammad Hidayat pada 18.16 dalam , ,    Belum ada komentar »
Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia, jaman atau zaman adalah jangka waktu yang panjang atau pendek yang menandai suatu masa. Pada tahun 80an banyak sastrawan yang menggunakan kata "jaman" dalam karya-karyanya, karena pada masa itu jaman merupakan kata baku. Tetapi setelah memasuki era EYD (ejaan yang disempurnakan) kata jaman sudah bukan lagi merupakan kata yang baku. Kata baku pengganti jaman berdasarkan ejaan yang disempurnakan adalah "zaman".
Ditulis oleh Muhammad Hidayat pada 18.06 dalam , ,    Belum ada komentar »

Selasa, 08 Agustus 2017

Berasal dari bahasa Yunani xero yang berarti "kering", xerosis adalah istilah medis untuk kulit yang kering. Penyebab utama xerosis adalah menurunnya kelenjar minyak pada kulit dan asupan cairan yang kurang pada tubuh. Mengkonsumsi air dalam jumlah yang cukup dapat mencegah terjadinya xerosis, meskipun hal tersebut belum tentu cukup karena xerosis juga disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. 

Faktor internal penyebab xerosis adalah ketidakseimbangan hormon seperti yang dijumpai pada saat menopause, hipotiroidisme, dan hipertiroidisme, dan lain-lain. Sedangkan faktor eksternalnya adalah cuaca atau suhu serta lingkungan yang dapat membuat kulit kehilangan kelembaban. Mandi terlalu lama dan penggunaan alat-alat mandi seperti sabun yang keras juga dapat memicu terjadinya kekeringan pada kulit.

Gejala xerosis yang terjadi pada kulit adalah kulit terasa kering dan mungkin pecah-pecah, kulit tampak pucat terkadang menjadi kemerah-merahan, permukaan kulit kadang terasa gatal, dan lain-lain. Meskipun xerosis biasanya terjadi dalam waktu yang singkat tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa penyakit ini akan terjadi dalam waktu yang berkepanjangan. Xerosis dapat dicegah dengan cara menjaga kelembaban kulit seperti tidak mandi terlalu lama atau menggunakan sabun atau shampo yang bersahabat dengan kulit.
Ditulis oleh Muhammad Hidayat pada 20.09 dalam , ,    Belum ada komentar »
Kata graffiti atau grafiti berasal dari bahasa Italia graffiato yang berarti "tergores" atau "goresan". Beberapa sumber mengatakan bahwa kata graffiti atau grafiti juga berasal dari bahasa Yunani γράφειν graphein yang berarti "menulis". Berdasarkan arti kata tersebut dapat disimpulkan bahwa Grafiti adalah seni menggores atau menuliskan sebuah desain ke permukaan.

Grafiti kuno biasanya hanya berupa ukiran-ukiran di dinding, sedangkan grafiti modern menggunakan cat yang dibuat pada media-media besar seperti dinding dan lain-lain. Meskipun dikategorikan sebagai seni, tetapi tidak jarang grafiti menjadi ajang melakukan vandalisme ketika grafiti tersebut di buat pada tempat atau media yang tidak seharusnya.
Ditulis oleh Muhammad Hidayat pada 01.22 dalam , ,    Belum ada komentar »

Bookmark Kami

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Cari disini